Situr Togel Online terpercaya, bisa langsung anda akses di TOTOCC

Mahkamah Agung AS pada hari Jumat setuju untuk menyidangkan kasus kebebasan beragama yang berupaya mempermudah pekerja untuk mengajukan klaim diskriminasi kerja ketika keyakinan agama mereka tidak diakomodasi.

Pengadilan akan meninjau Groff v. DeJoy, yang menyangkut Gerald Groff, seorang tukang pos Kristen yang mengatakan bahwa dia didiskriminasi secara salah oleh Layanan Pos AS setelah dia menolak untuk mengirimkan paket Amazon pada hari Minggu, yang dia anggap sebagai hari Sabat – hari ibadah dan istirahat di mana pekerjaan dilarang.

Groff dipekerjakan sebagai tukang pos tambahan di Lancaster County, Pennsylvania, dari 2012 hingga 2019. Pada 2013, USPS mengontrak Amazon untuk mengirimkan paket dan pekerja diharuskan mengambil shift hari Minggu untuk pengiriman akhir pekan.

Awalnya dia dapat mengatur pengaturan dengan penyelianya untuk pindah ke cabang lain yang tidak melakukan pengiriman pada hari Minggu. Ketika cabang itu juga memulai pengiriman hari Minggu, Groff diizinkan untuk melewatkan giliran kerjanya asalkan dia dapat menemukan seseorang untuk menggantikannya. Namun, Groff seringkali tidak dapat melakukannya dan melewatkan lebih dari dua lusin shift hari Minggu yang ditugaskan.

PERATURAN PENGADILAN BANDING TERHADAP CHRISTIAN MAIL CARRIER YANG MENUNTUT USPS SELAMA SHIFT HARI MINGGU

Gedung Mahkamah Agung AS.
(Foto AP/Patrick Semansky, File)

Percaya bahwa dia akan dipecat karena melewatkan shift hari Minggu, Groff mengundurkan diri dari pekerjaannya pada tahun 2019. Dia kemudian mendapatkan perwakilan dari First Liberty Institute yang konservatif, Baker Botts LLP, Church State Council, dan Independence Law Center, dan mengajukan gugatan federal. terhadap Layanan Pos.

Groff berpendapat USPS dapat mengakomodasi keyakinannya dengan menjadwalkan shift sehingga dia tidak harus bekerja pada hari Minggu. Tetapi Pengadilan Banding Sirkuit ke-3 diadakan pada Mei 2022 bahwa USPS akan mengalami kesulitan yang tidak semestinya jika mengambil tindakan lebih lanjut untuk mengakomodasi Groff.

RUMAH SAKIT KATOLIK DISKRIMINASI TERHADAP PASIEN TRANS DENGAN MENOLAK HISTEREKTOMI, PERATURAN HUKUM DISTRIK AS

Sebuah truk surat USPS (Layanan Pos Amerika Serikat) berangkat untuk pengiriman.

Sebuah truk surat USPS (Layanan Pos Amerika Serikat) berangkat untuk pengiriman.
(iStock)

Undang-undang federal umumnya melarang majikan memecat pekerja karena praktik keagamaan mereka kecuali majikan dapat menunjukkan bahwa praktik karyawan mereka tidak dapat “secara wajar” diakomodasi tanpa “kesulitan yang tidak semestinya”. Dalam opini Trans World Airlines v. Hardison tahun 1977, Mahkamah Agung mengatakan “kesulitan yang tidak semestinya” dikenakan pada pemberi kerja setiap kali biaya akomodasi lebih dari sekadar biaya kecil atau minimal.

Keputusan Sirkuit ke-3 mengatakan USPS telah memberi Groff akomodasi yang wajar dan bahwa hal lain akan menimbulkan kesulitan yang tidak semestinya di kantor pos dan rekan kerja Groff.

DEWAN KOTA MUSLIM-MAJORITAS MICHIGAN MENYETUJUI PENYERTAAN HEWAN UNTUK TUJUAN AGAMA

Associate Justice Clarence Thomas adalah salah satu dari tiga hakim Mahkamah Agung AS saat ini yang telah menyatakan keterbukaan untuk meninjau kembali keputusan Trans World Airlines v. Hardison tahun 1977, yang menciptakan sebuah "beban yang tidak semestinya" standar untuk klaim diskriminasi agama majikan.  (Foto AP/J.Scott Applewhite, File)

Associate Justice Clarence Thomas adalah salah satu dari tiga hakim Mahkamah Agung AS saat ini yang telah menyatakan keterbukaan untuk meninjau kembali keputusan Trans World Airlines v. Hardison tahun 1977, yang menciptakan standar “beban yang tidak semestinya” untuk klaim diskriminasi agama majikan. (Foto AP/J.Scott Applewhite, File)
(Foto AP/J.Scott Applewhite, File)

Groff ingin Mahkamah Agung meninjau kembali standar “beban yang tidak semestinya”, dengan alasan bahwa seharusnya lebih mudah bagi karyawan untuk mengajukan tuntutan hukum diskriminasi agama di bawah Judul VII.

“Tidak ada orang Amerika yang boleh dipaksa untuk memilih antara agama dan pekerjaan mereka,” kata penasihat senior First Liberty Stephanie Taub dalam pernyataan Agustus 2022 setelah mengajukan petisi ke Mahkamah Agung untuk mendengarkan kasus Groff. “Kami meminta Pengadilan untuk membatalkan kasus yang beralasan buruk dari tahun 1970-an yang memberi keseimbangan pada perusahaan dan pemerintah atas hak keagamaan karyawan.”

“Mematuhi hari Sabat sangat penting bagi banyak kepercayaan—hari yang ditetapkan oleh Allah. Tidak seorang pun boleh dipaksa melanggar Sabat untuk mempertahankan pekerjaan,” tambah Randall Wenger dari Pusat Hukum Kemerdekaan.

KLIK DI SINI UNTUK MENDAPATKAN APLIKASI FOX NEWS

Kasus ini akan disidangkan oleh mayoritas 6-3 orang yang ditunjuk oleh Partai Republik di Mahkamah Agung, yang umumnya mendukung klaim kebebasan beragama. Hakim Samuel Alito, Neil Gorsuch, dan Clarence Thomas sebelumnya telah menunjukkan kesediaan untuk meninjau kembali standar “beban yang tidak semestinya” pengadilan tahun 1977.

SUMBER / SOURCE

Situs Bandar Togel Online Terpercaya bisa anda akses langsung di TOTOCC, TOTOCC adalah situs bandar togel dengan pasaran togel terlengkap. Anda bisa bermain langsung dan melihat hasil langsung dari togel hari ini hanya di TOTOCC.COM.